Renovasi sering lebih rumit daripada membangun dari nol, karena ada bangunan lama yang harus dinilai dan kehidupan keluarga yang tetap berjalan. Persiapan yang baik mengurangi kejutan biaya dan waktu.

1. Tentukan tujuan renovasi

Tambah kamar, tambah lantai, ganti fasad, atau bongkar total? Tuliskan kebutuhan utama dan urutkan prioritasnya. Daftar ini menjadi pegangan saat anggaran harus disesuaikan.

2. Siapkan dokumen lahan dan bangunan

Sertifikat, PBB, dan gambar lama rumah (bila ada) membantu tim menghitung luas dan memahami struktur yang sudah berdiri.

3. Periksa kondisi struktur lama

Menambah lantai di atas bangunan lama hanya aman bila pondasi dan kolomnya mampu menahan beban baru. Pemeriksaan di lapangan oleh tim sipil sebaiknya dilakukan sebelum desain dibuat.

4. Buat desain lengkap dulu

Denah, tampak, dan gambar kerja membuat semua pihak memegang gambaran yang sama. Desain yang selesai di awal juga membuat RAB lebih akurat.

5. Siapkan anggaran cadangan

Bangunan lama kadang menyimpan masalah yang baru terlihat saat dibongkar, seperti rembesan atau instalasi yang rusak. Sisihkan dana cadangan dan sepakati cara menghitung pekerjaan tambahan.

6. Atur tempat tinggal sementara

Untuk renovasi besar, tinggal di lokasi proyek tidak nyaman dan bisa memperlambat pekerjaan. Rencanakan tempat tinggal sementara sesuai jadwal proyek.

7. Kabari tetangga

Renovasi membawa suara, debu, dan lalu lintas material. Memberi tahu tetangga sejak awal menjaga hubungan baik selama pengerjaan.

Lihat contoh rumah yang sudah kami renovasi di portofolio, atau hitung estimasi biayanya.